Ubah Takdirmu, Pilih Jalanmu
Suatu ketika temanku dari jauh mengabariku.
Memberi tahu keadaannya di nun jauh disana.
Di suatu kota paman sam yang waktu itu berselimut salju.
Ia mengatakannya seperti ini;
"Pada suatu malam setelah solat malam, dalam tidurku aku bermimpi...
Aku berada di tepian pantai, ada tiga tepian satunya dengan air keruh,
duanya dengan air bening tapi yg satu dari dua ini dengan tepian yang luas
dan seolah-olah jauh dan luas terbentang
dan ada alirannya namun aku takut untuk melewati
karena derasnya aliran dan rasanya tidak mungkin....
Yang satunya dengan air bening, tenang tanpa ombak seperti sungai, kemudian
aku tertarik untuk masuk... Aku coba berdiri di atas bebatuannya, namun
setelah masuk, aku merasa akan tenggelam disana dan aku merasakan
begitu dalamnya, hingga akhirnya aku hanya berjalan di antara tiga tepian
pantai itu dan memandang ombaknya.......
Impian itu benar2 pas dg apa yg kurasakan saat ini....dan keinginanku..."
Kemudian aku menjawabnya begini;
Well... mungkin kamu bisa menafsirkan arti mimpimu itu.
Kamu harus memilih dari ketiga pilihan tersebut.
Apa yang menurut kamu tenang dan baik, belum tentu itu baik untuk kamu, malah akan menenggelamkan hidupmu.
Dan apa menurut kamu itu berombak dan berbahaya, justru bisa jadi airnya lebih dangkal dan itu hanya fatamorgana belaka, walau akan banyak rintangan kecil yang akan menerpa hidupmu, namun malah akan mendewasakanmu.
Tentukan impian terbesarmu dan raihlah dan usahakan itu.
Lindungi impian kamu itu, karena dengan lika liku hidup, impian itu bisa hilang karena kamu menyerah.
Dengan tidak ada impian, seolah kamu memandang cakrawala yang nan luas tiada berujung. Tidak ada tanda akhir untuk berlabuh.
Suatu saat manusia akan berlabuh disuatu tempat.
Dimana ia akan istirahat, menikmati hidup lebih lama, dan mati dengan tenang tanpa ada beban.
Pilih takdirmu, karena takdir hidupmu bisa dirubah.
Dengan atas petunjuk dan kehendak Allah yang Maha mempunyai Takdir, kamu bisa memilih takdir yang akan kamu jalani.
Jangan pantang menyerah dan membiarkan arus membuai hidupmu.
Mengapa kita harus menyusuri arus, jika kita bisa merubah arus itu?
Menikah Itu...
Menikah itu suatu rahmat yang tak terhingga bagiku
Seperti suara air yang mengaliri bumi yang gersang
Atau seperti hujan yang membasahi hutan yang kering
Bisa jadi, alunan nada yang diiringi syair yang indah
Menikah itu suatu beban, jika tidak disyukuri
Menikah itu suatu amanah, jika tidak ingin disebut terpaksa
Bagiku, menikah adalah suatu kebutuhan
Butuh akan ibadah
Butuh akan regenerasi khalifah di muka bumi ini
Butuh untuk mengekspresikan Cinta kita
Pada kekasih kita dan terutama pada Allah
Jika kau ingin tahu arti hidup, menikahlah
Jika kau ingin tahu diri sendiri, menikahlah
Jika kau ingin menikmati ibadah, menikahlah
9 Hari Lagi
9 hari lagi, aku mengucapkan janji suci pada Ilahi
9 hari lagi, aku mulai merenda hari esok yang baru
9 hari lagi, aku menikmati apa yang Allah berikan padaku
9 hari lagi, aku bertanggung jawab bukan saja pada diriku
9 hari lagi, aku memulai kelahiran kembali
9 hari lagi, aku mulai menafkahi
9 hari lagi, aku melengkapi setengah dari agamaku
9 hari lagi, aku mengatakan; "Dinda, aku mencintai Allah. Dan Allah mencintai kamu. Maka aku mencintai kekasihku yang dicintai-Nya."
Merenda Hari Esok
Aku berjalan santai, sesekali aku menendang kerikil kecil
yang lari entah kemana tujuannya
Kepalaku menoleh seorang Ibu tua yang sedang merenda
Motif bunga-bunga dijalinnya dengan warna warni
Tanpa memperdulikan suasana sekitar dan apa yang akan terjadi
Tetap terpaku pada renda yang disusunnya dengan peluh
Hari esok itu seperti itu
Kita hanya bisa menyusun dan merencanakannya
Hasilnya... itu terserah nanti
Yang terpenting melakukan yang terbaik apa yang kita yakini
Selama kita punya cinta untuk diri kita
tak ada yang perlu mengkhawatirkan hari esok
tak perlu takut, apalagi menghindar lari
Seberapa jauh dan lama kita lari menjauh
hari esok tetap kan menyongsong kita
Tepat dipangkuan kita
Marilah merenda hari esok dengan senyuman
Sepenuh hati kita seakan esok akan mati
Sejauh langkah kita seakan esok masih ada hari
Tentang hidup mati biarlah Tuhan yang mengamati
Biar kita saja yang menjalani
dan Merenda hari esok pagi
Sajak Gurindam 3 Kepalan
Selaksa langit Tuhan yang punya,
Adakah yang tahu dalamnya hati insan bernyawa?
Selaksa sakit hati pada Adinda,
Adakah maaf tulus dihati untuk Kanda?
Begitu hati ini serasa sepi,
maksud jiwa ingin menepi.
Bagaimana kabar Adinda hari ini,
masihkah capek terasa saat ini?
Ilalang begitu indah menanti,
maukan Dinda menemani?
Tidur & tidurlah menggapai mimpi indah.
Hilangkan semua keresahan & hadapi
hari esok dengan senyuman.
Jangan kuatir, dengan ijin Allah,
aku ada bersamamu.
Aku ada disini.
Dinda ada dalam hatiku.
Meski kita jauh.
Dinda, Jalan Hidup Itu Mudah Jika Tahu Caranya
Dinda, disaat aku merindukanmu,
aku berpikir tentang rencana-rencana kita,
menerawang impian-impian kita,
yang terdekat dan terjauh,
bersama... kita melangkah...,
nun jauh didepan sana.
Kita tidak akan pernah tahu hidup kita seperti apa nanti
Tapi, dengan ijin Allah kita berusaha untuk mewujudkan,
apa yang kita inginkan bersama.
Dinda, suatu saat kita akan menemukan kesulitan
Tapi percayalah dibalik kesulitan ada kemudahan,
dibalik kesulitan ada kemudahan
Allah sudah menjamin itu semua
Dan semoga, disaat kita menemukan kemudahan,
janganlah kita ingkar akan nikmatnya,
hingga rasa syukur musnah dihati kita berdua
Menikmati bukan berarti serakah
Mensyukuri bukan berarti terpaksa
Dalam hidup kita berdua nanti,
belajar adalah keharusan,
pengetahuan adalah kebutuhan,
ibadah adalah kewajiban
Dengan demikian hidup kita kan tenang
Hidup kita kan nyaman
Dinda, Jalan Hidup Itu Mudah Jika Tahu Caranya
Kahona Pyar Hai
Kata-kata diatas berarti; Say You Love Me...
entah dia mengerti atau tidak
entah dia asal nulis atau tidak
tapi aku tidak perduli
yang pasti dia mengatakan itu padaku
Dan tanpa ragu aku mengatakan padanya;
Ya... Aku mencintaimu!
Tum Se Pyaar Karke...
Karena denganmu aku bersyukur pada Ilahi Rabbi
Hanya denganmu aku bisa merasakan apa yang ada dalam hati
Mencintaimu dengan utuh dan ikhlas
Menyayangimu dengan hati dan jiwa yang paling dalam
Insyaallah...
Semoga Allah memberikan waktu pada kita berdua
untuk hidup bersama...
Apakah Cinta Itu?
Disuatu essay yang ditulis seorang anak berumur 10 tahun, Tommy namanya.
Essay itu berjudul; Apakah Cinta itu?
Cinta adalah sesuatu yang menyebabkan dua orang berfikir bahwa mereka tampan dan cantik, meski orang lain tak berpendapat demikian.
Cinta pun menyebabkan mereka duduk berhimpitan di bangku meskipun masih banyak tempat luang.
Cinta adalah sesuatu yang membuat dua orang bungkam kalau kita berada di sekitar mereka.
Dan kalau kita telah dianggap pergi, mereka akan asyik berbincang tentang mawar dan impian.
Dan itulah semua yang kuketahui tentang cinta, sampai aku Dewasa!
(Disadur dari buku: Surat-surat Kepada Karen - karya: Charlie W. Shedd)
Perkawinan
Perkawinan...
bukan berarti mencari pribadi yang tepat
tetapi lebih berarti menjadi pribadi yang tepat!
Perkawinan bukanlah suatu upacara!
Perkawinan adalah suatu hasil karya!
Pelukan Hati
Jiwa-jiwaku selaksa melayang tinggi
Hati-hatiku terhempas dalam jurang tanpa henti
Menikmati setiap detik waktu bersama orang yang aku sayangi
Menciumnya dengan berdebar hingga damai di hati
Memeluknya erat
Menggapainya penuh kasih
Membelai lembut
Seakan esok tak kan bertemu lagi
Berat rasa melepaskan
Berat rasa meninggalkan
Walau hanya tuk sementara
Kupeluk dia disisiku
Dalam dekapan tak berdaya seolah mimpi
Pelukan...
Hanya saat itu yang aku berikan padamu
Pelukan dalam hati
Pelukan dalam jiwa
Untuk mencintaimu kembali
Dalam ridha Ilahi yang Maha Suci
Kupeluk dan kucium
Sambil mengatakan; Sayang..., Aku mencintaimu...
Hasrat Cinta
Takkan pernah ada kekasih yang tak dicari oleh kekasihnya.
Jika kilat cinta telah menyambar satu hati,
maka ketahuilah bahwa ada cinta di hati yang lain.
Jika cinta Tuhan telah tumbuh di hatimu,
tak diragukan lagi Tuhan pasti menaruh cinta kepadamu.
tak ada suara tepuk tangan yang lahir dari satu tangan.
Kebijaksanaan ilahi adalah takdir dan
suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain.
Karena takdir itulah,
setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya.
Dalam pandangan orang-orang bijak,
langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan;
bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas,
maka langit mengirimkan panas kepadanya;
jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban,
langit segera memulihkannya.
Langit memayungi bumi,
layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya,
Dan bumipun sibuk dengan urusan rumah tangga;
ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan.
Tak ubahnya Bumi dan Langit dikaruniai kecerdasan,
karena mereka melaksanakan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan.
Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan,
mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?
Tanpa bumi, akankah pohon dan bunga bisa berkembang?
Sementara tanpa langit, akankah air dan panas bisa tersediakan?
Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat pada laki-laki dan perempuan sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka,
Tuhan juga menanamkan ke semua keberadaan, hasrat untuk mencari belahannya.
Siang dan malam nampak bermusuhan;
namun keduanya mengabdi pada satu tujuan.
Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka.
Tanpa malam, alam manusia tidak akan punya penghasilan,
sehingga tidak ada yang akan dibelanjakan di waktu siang.
(Jalaluddin ar-Rumi)
Cintai Dirimu Dulu!
Jika engkau mencintai dirimu sendiri,
berarti engkau juga mencintai orang lain
seperti engkau mencintai dirimu sendiri.
Selama engkau kurang mencintai orang lain
dibandingkan dengan mencintai dirimu sendiri,
maka engkau tidak akan pernah benar-benar
berhasil mencintai dirimu.
Namun jika engkau mencintai semua
manusia termasuk dirimu sendiri dengan cinta
yang sama besarnya, maka engkau akan
mencintai mereka sebagai satu orang, dan
orang itu sekaligus merupakan Tuhan dan
manusia
Dengan demikian, maka dia akan
menjadi orang besar dan berbudi, yang dalam
cintanya terhadap dirinya sendiri juga mencintai
semua orang dengan cinta yang sama.
(Meister Eckhart)
Tahu Nggak...
Tahu nggak...
Jika kau tanyakan aku serius
maka aku akan bilang; aku sangat serius
Jika kau tanyakan aku yakin
maka Haqqul Yaqin aku katakan
Butuh waktu butuh tenaga
untuk yakin menyebutkannya
Apalagi jika aku mengatakan;
Aku sayang dan cinta padamu
Jika aku tidak yakin...
maka aku tidak bersamamu saat ini
sampai saat ini
Aku tidak berjanji apapun padamu
tapi yang pasti...
aku berusaha untuk membuatmu bahagia
aku bahagia dan kita berdua
Tahu nggak...
Aku serahkan semuanya pada Allah
Hanya dia yang memberikan kita jalan dan rahmat
Memberikan kita rezeki dan hidayah
Mempunyai hidup dan umur kita
Aku berdoa untuk kita berdua
dan untuk orang-orang yang kita sayang dan cintai
Tahu nggak...
Aku ingin bersamamu
untuk meraih dan nikmati surgawi sejati
Hanya milik Allah yang hakiki
Pada hati kita, pada diri kita, dan pada jiwa kita
Tahu nggak...
Aku tidak hanya menyayangimu
tapi juga mencintaimu
Terpahat di hati, terukir di tulang
Insyaallah...
Dinda, Aku Rindu...
Dikotaku yang katanya panas... sekarang sedang teduh
Langit-langit diatas berwarna abu-abu pertanda mendung
Disaat itulah hati merasa terketuk-ketuk
Aku merindukan sesuatu
Dinda, ternyata aku sedang rindu... merindukan kamu!
Aku rindu tatapan dibalik bingkai matamu itu
kadang kuat kadang teduh dan kadang tak berdaya
Aku rindu untaian helai rambutmu yang menyapu
yang kau tutupi dengan hijab berwarna biru kesukaanku
Aku rindu untaian bibir yang kau pakai untuk menyebut asma Allah itu
yang membuatku tersenyum dan kadang mengernyitkan dahiku
Aku rindu genggaman tanganmu
walau terkadang kau mencubitku gemas
Tapi... bagiku itu hanya rindu yang bisa dicari
Yang tidak bisa dicari adalah rinduku padamu karena hatimu
Entah mengapa aku tidak tahu
Seperti pertautan tali temali yang jika itu tak ada menjadi hampa
Aku rindu hatimu...
Aku merindukan kamu secara utuh
bukan mata, bukan rambut, bukan pula bibir, atau genggaman
Tapi... aku merindukan semuanya
Semua pada dirimu
Saat lalu... saat ini... dan saat nanti...
Semoga Allah menjaga rinduku pada-Nya dan padamu jua
Dinda, Aku rindu...
Assalamu'alaikum Ramadhan
Keindahan Bukan terletak pada Mata
Keindahan Bukan terletak pada Rupa
Tapi… Keindahan terletak pada Hati
Keindahan Hati dan Jiwa yang jauh dari Dosa
Keindahan Hati dan Jiwa yang bebas dari Salah
Ramadhan memanggil kita
Untuk menumbuhkan Hati dan Jiwa yang Bersih
Karenanya Saya memohon…
Karenanya Saya berharap…
Seuntai kata Maaf pada rekan, sanak, & teman sekalian...
Semoga di Ramadhan kali ini…
Kita diberikan rahmat
Kita diberikan hidayah
Oleh Nya…
Amin…